Posted by: Gede Suarnaya on: Mei 2, 2008
Apakah itu kredit Kepemilikan rumah (KPR), kredit tanpa agunan (KTA), atau jenis kredit yang lain. Banyak diantara kita yang tergiur dengan bunga kredit dibawah suku bunga rata-rata bank yang akhir-akhir ini gencar ditawarkan bank. Bunga rendah seperti ini banyak ditawarkan pada KPR. Mulai dari bunga 5%-10% per tahun.
Biasanya dengan bunga rendah seperti itu antisipasi penghasilan kita terhadap kenaikan suku bunga bank sangat kurang. Belum lagi disaat terjadi kenaikan suku bunga bank tersebut kebutuhan kita sangat banyak, mulai dari biaya anak sekolah, kenaikan harga barang, renovasi rumah, bayar premi asuransi dan kebutuhan mendesak lainnya, dan ternyata gaji kita tidak sanggup mengantisipasinya.
Berikut perbandingan suku bunga KPR bank di Indonesia (Mingguan Kontan 29 Februari-6 Maret 2008 )
|
Bank |
Bunga |
Sistem |
Keterangan |
|
Mandiri |
7,70% 9,90% |
Tetap 1 tahun Tetap 3 tahun |
- |
|
BTN |
9,75% 5,80% |
Tetap 1 tahun Tetap 1 tahun |
- Kerjasama pengembang tertentu |
|
BCA |
9,75% 11% |
Tetap 3 tahun Tetap 1 dan 2 tahun |
Nasabah BCA minimal 50 bulan bebas pilih salah satu |
|
BNI |
8,50% |
Tetap 1 tahun |
Promosi hingga 29 Februari 2008 (suku bunga normal sekitar 9 %) |
|
Niaga |
9,50% |
Tetap 1 tahun |
- |
|
BRI |
14%-17% 15%-18% |
Mengikuti pasar Mengikuti pasar |
Masa pinjaman kurang 10 tahun Masa pinjaman lebih 10 tahun |
Dari data tersebut jelas terlihat bank berlomba-lomba mengaet nasabah dengan menawarkan bunga kredit rendah sebelum suku bunga merangkak naik seiring dengan inflasi dan kenaikan harga minyak dunia. Kesempatan ini sangat baik jika Anda mengambil KPR atau KPA disaat bunga turun ketimbang menunggu hingga suku bunga naik. Namun jangan sampe terkecoh dengan penawaran suku bunga bank yang rendah diawal tahun atau fixed 1 tahun, karena pada tahun kedua dan seterusnya Anda akan mengikuti suku bunga pasar yang berlaku, ini berarti akan menambah jumlah cicilan Anda pada tahun kedua dan seterusnya. Nah lebih baik Anda mengambil yang fixed 3 tahun dengan bunga lebih tinggi sedikit tetapi cicilan yang Anda bayar tetap dalam jangka waktu 3 tahun, lebih aman bukan. Sekarang terserah Anda memilah-milah kredit bank yang tidak memberatkan Anda. Namun tetap diingat, sesuaikan dengan kemampuan gaji anda dalam mencicil dan mengantisipasi kenaikan bunga.
Seperti yang ditulis harian Kontan (selasa , 29 April 2008 ), para pelaku pasar uang memperidiksi Bank Indonesia (BI) akan menaikkan BI rate antara 0,25 % hingga 1% dalam waktu dekat. Deputi Gubenur Bank Indonesia Senior Miranda S Gultom yang awalnya sempat mengatakan kenaikan bunga tak mujarab menahan tekanan inflasi karena pendorong utama inflasi saat ini adalah kenaikan harga barang-barang impor, yang tak akan terpengaruh kebijakan moneter. Namun BI kemungkinan besar berubah sikap untuk menaikkan suku bunga kredit karena inflasi yang tak kunjung selesai.
Nah sebelum Anda mengambil kredit bank baik itu KPR, KTA, atau KPA perhatikan dulu kemampuan cicilan Anda terhadap kenaikan suku bunga kredit bank.
Terima kasih atas infonya….sangat bermanfaat.
Good luck…!!
kapan ya beli rumah sendiri….
Mei 2, 2008 pada 10:00 am
good blog, regards asuna17